6 Tipe Makanan yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi
6 Tipe Makanan yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang perlu dikelola secara konsisten. Selain aktivitas fisik, menjaga berat badan, tidak merokok, dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter, pola makan rendah natrium dapat membantu mengendalikan tekanan darah.
Salah satu langkah yang mudah dilakukan adalah mengetahui jenis makanan yang sebaiknya dibatasi. Berikut 6 tipe makanan yang harus dihindari atau dikurangi oleh penderita hipertensi.
1. Makanan Tinggi Garam dan Natrium
Makanan dengan kandungan natrium tinggi merupakan salah satu kelompok yang paling perlu diperhatikan.
Terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Yang perlu diwaspadai bukan hanya garam dapur, tetapi juga natrium yang terdapat dalam makanan kemasan, makanan siap saji, saus, makanan kaleng, dan berbagai produk olahan.
Contohnya meliputi:
- Keripik dan makanan ringan asin
- Makanan instan
- Sup kemasan
- Saus dan bumbu siap pakai
- Makanan kaleng dengan tambahan garam
- Makanan cepat saji
American Heart Association merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.300 mg per hari, dengan target optimal sekitar 1.500 mg per hari bagi kebanyakan orang dewasa, terutama mereka yang memiliki tekanan darah tinggi.
2. Daging Olahan
Daging olahan seperti sosis, ham, bacon, kornet, dan produk sejenis umumnya perlu dibatasi karena dapat mengandung banyak natrium serta lemak jenuh.
Produk daging olahan juga termasuk makanan yang perlu diperhatikan dalam pola makan untuk kesehatan jantung. American Heart Association menyarankan membatasi daging berlemak dan daging olahan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Sebagai alternatif, pilih sumber protein yang lebih sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, dan protein nabati.
3. Makanan Cepat Saji
Pizza, burger, ayam goreng cepat saji, kentang goreng, dan berbagai menu restoran cepat saji dapat mengandung kombinasi natrium, lemak jenuh, dan kalori yang cukup tinggi.
Selain jumlah garam, ukuran porsi dan tambahan saus juga perlu diperhatikan.
Jika membeli makanan di luar rumah, pilih menu dengan lebih banyak sayuran dan minta makanan disiapkan dengan sedikit atau tanpa tambahan garam jika memungkinkan. CDC juga menyarankan memperhatikan informasi nutrisi ketika makan di restoran.
4. Makanan Ultra-Proses
Tidak semua makanan yang diproses otomatis tidak sehat. Namun, makanan ultra-proses yang tinggi garam, gula tambahan, dan lemak tidak sehat sebaiknya dibatasi.
Contohnya antara lain:
- Keripik kemasan
- Biskuit tertentu
- Mi atau pasta instan
- Pizza beku
- Makanan beku siap santap
- Camilan tinggi garam
American Heart Association merekomendasikan lebih banyak memilih makanan utuh atau minim proses dan membatasi makanan ultra-proses yang tinggi natrium, gula tambahan, serta lemak tidak sehat.
5. Makanan Tinggi Lemak Jenuh
Penderita hipertensi juga sebaiknya memperhatikan konsumsi lemak jenuh sebagai bagian dari pola makan untuk kesehatan jantung.
Beberapa contoh makanan yang dapat mengandung banyak lemak jenuh antara lain:
- Daging berlemak
- Kulit ayam
- Mentega
- Makanan yang digoreng berulang kali
- Produk susu tinggi lemak
- Makanan yang menggunakan banyak lemak padat
American Heart Association menganjurkan memilih sumber lemak tak jenuh, seperti minyak nabati non-tropis, sebagai pengganti sumber lemak jenuh.
6. Makanan dan Minuman Tinggi Gula Tambahan
Minuman bersoda, minuman manis, teh kemasan, minuman energi tertentu, serta makanan dengan banyak gula tambahan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Konsumsi gula tambahan yang tinggi dapat menyulitkan penerapan pola makan sehat dan berkontribusi pada asupan kalori berlebih. CDC menyarankan membatasi gula tambahan dan memilih air putih dibandingkan minuman berpemanis.
Pilih buah utuh sebagai alternatif camilan manis karena buah juga menyediakan serat dan berbagai zat gizi.
Makanan Apa yang Lebih Baik untuk Penderita Hipertensi?
Menghindari makanan tertentu saja tidak cukup. Pola makan secara keseluruhan juga penting.
Pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) merupakan salah satu pendekatan yang dirancang untuk membantu mengelola tekanan darah. Pola ini menekankan konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, serta sumber protein yang lebih sehat.
Contoh pilihan yang dapat lebih sering dikonsumsi antara lain:
- Sayuran segar
- Buah-buahan
- Ikan
- Ayam tanpa kulit
- Kacang-kacangan
- Biji-bijian utuh
- Produk susu rendah lemak
- Makanan yang dimasak dengan sedikit garam
Tips Mengurangi Natrium dalam Makanan
Mengurangi garam tidak berarti makanan harus terasa hambar. Gunakan rempah dan bumbu alami seperti bawang putih, jeruk nipis, lada, jahe, kunyit, atau rempah lainnya untuk menambah rasa.
Saat membeli makanan kemasan, biasakan membaca label nutrisi dan membandingkan kandungan natriumnya. CDC menyebutkan bahwa banyak natrium berasal dari makanan kemasan dan makanan restoran, bukan hanya dari garam yang ditambahkan ketika makan.
Apakah Penderita Hipertensi Harus Menghindari Semua Garam?
Tidak berarti semua natrium harus dihilangkan. Tubuh tetap membutuhkan sejumlah natrium, tetapi konsumsi berlebihan perlu dihindari.
Target kebutuhan setiap orang dapat berbeda, terutama bagi orang dengan penyakit ginjal, gagal jantung, atau kondisi medis tertentu. Karena itu, jika Anda memiliki kondisi tersebut, konsultasikan batas natrium yang sesuai dengan dokter atau ahli gizi.
Kesimpulan
6 tipe makanan yang harus dihindari penderita hipertensi terutama mencakup makanan tinggi garam atau natrium, daging olahan, makanan cepat saji, makanan ultra-proses, makanan tinggi lemak jenuh, serta makanan dan minuman tinggi gula tambahan.
Daripada hanya berfokus pada satu jenis makanan, penderita hipertensi sebaiknya menerapkan pola makan sehat secara menyeluruh dengan memperbanyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, sumber protein sehat, dan makanan rendah natrium. Pola makan seperti DASH dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu mengelola tekanan darah.
Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis atau anjuran dokter. Jangan menghentikan atau mengubah obat hipertensi tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
FAQ
Apa makanan yang paling perlu dihindari penderita hipertensi?
Makanan yang tinggi natrium merupakan salah satu kelompok utama yang perlu dibatasi, terutama makanan olahan, makanan kemasan, dan makanan restoran.
Apakah penderita hipertensi boleh makan daging?
Boleh, tetapi sebaiknya memilih daging yang lebih rendah lemak dan membatasi daging olahan. Ikan, ayam tanpa kulit, dan sumber protein nabati dapat menjadi pilihan.
Apakah mi instan boleh dikonsumsi penderita hipertensi?
Mi instan umumnya perlu dibatasi karena dapat mengandung natrium cukup tinggi. Periksa label nutrisi dan pilih makanan dengan kandungan natrium lebih rendah.
Apakah penderita hipertensi boleh minum kopi?
Kebutuhan dan respons terhadap kafein dapat berbeda pada setiap orang. Jika memiliki hipertensi, diskusikan konsumsi kafein dengan tenaga kesehatan, terutama bila tekanan darah sulit dikontrol.
Apa pola makan yang baik untuk hipertensi?
Pola makan DASH merupakan salah satu pola makan yang banyak digunakan untuk membantu mengelola tekanan darah, dengan penekanan pada buah, sayuran, biji-bijian utuh, protein sehat, dan pembatasan natrium.

